Kamis, 22 Maret 2012

SEKILAS TENTANG SANGGAR BELAJAR SOEKARNO (SBS)


Pernahkah kalian mendengar nama “Sanggar Belajar Soekarno”?? yupss, saya yakin diantara kalian ada yang pernah mendengarnya atau bahkan tau tentang SBS. Sanggar Belajar Soekarno atau yang sering kita dengar dengan sebutan SBS adalah salah satu bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat akan pentingnya dunia pendidikan. Dari sumber yang saya dapatkan mengenai alasan utama terbentuknya SBS adalah karena melihat situasi poendidikan di Indonesia yang diskriminatif, hanya mampu diakses oleh kalangan menengah dan menengah keatas. SBS sendiri terbentuk pada tanggal 24 september 2011 yang berada dalam naungan LMND (LIGA MAHASISWA NASIONAL UNTUK DEMOKRASI) yang memang khusus dibentuk sebagai keprihatinan akan situasi pendidikan di Indonesia terurtama bagi rakyat miskin.
            SBS sendiri bertempat dirumah pasangan suami istri Pak Mulyadi dan Ibu Marhamah di jalan KH. Wahid Hasyim lrg terusan 1 kel. 5 ULU Kec. Sebrang ULU 1 RT 42 Palembang, Pak Mulyadi dan ibu Marhamah yang biasa dipanggil “emak” ini sebagai pengasuh sanggar belajar soekarno. Sedangkan struktur kepengurusan dari SBS itu sendiri terdiri dari mahasiswa-mahasiswi yang kuliah di Palembang, yakni

1. Dari hasil voting ketua divisi kesiswaan (PJS) : Ihsannudin
anggota :
1. Riska
2. Muhlasin
3. Desta
4. Eva
5. Galuh
6. Aulia

2. Dari hasil voting ketua divisi kurikulum (PJS) : Yesni Deswita
1. Jendra
2. Hamzah
3. Elin
4. Oktalinda
5. Vera
6. Deska
7.Rani

4. Divisi Litbang
Ketua : Mona
anggota :
1. Siba
2. Eni
3. Ulik
4. Oktavia Danuarta Lee
5. Egi
6. Fuad
7. Asri
8. Juanda
9. Nurul
10. Tami

Kepala Sekolah: Rediyansyah
Wakepsek: Jimmy Ivon
Sekretaris: Riangga Juniansyah

Dan perlu diketahui juga bahwa yang mengajar di SBS ini berjumlah kurang lebih 20 orang uang berasal dari universitas PGRI, POLSRI, IAIN dan dua mahasiswi dari unversitas kita tercinta UNSRI (Nuroel PEA ’09 & Tami pend. Biologi ‘10).
            Jadwal belajar anak-anak di sanggar ini dimulai dari hari senin sampai hari sabtu dari jam 15.00-17.00 WIB. Sebagian besar anak-anak yang belajar di SBS ini masih berusia 5 sampe 12 tahun. Dan kurikulum yang dipakai di sanggar ini pun tidak sepenuhnya mengikuti kurikulum disekolah melainkan juga kurikulum yang dibuat sendiri oleh pengurusnya. Dan alhamdulillah walaupun belum genap setahun, sanggar ini disambut baik oleh masyarakat setempat karena tidak dipungut biaya.
            Dari hasil wawancara saya dengan salah satu anggota kepengurusan SBS yang biasa dipanggil kak Siba, mengatakan bahwa mereka berterimakasih kepada kawan-kawan dari FKIP UNSRI telah memberikan kesempatan dan penghargaan bagi mereka dan anak-anak SBS untuk tampil dalam acara pembukaan kongres nasional IMAKIPSI 2012 di aula putri kembang dadar, balai diklat palembang januari kemarin yang dilatih oleh Nuroel (PEA ‘09), Nur Utami (biologi ‘10), Adjitya (PGSD ‘10), Heru (bahasa Inggris ‘09), Puad (pend. TM ‘10) dan Harry (bahasa inggris ‘10) dan untuk kedua kalinya adik-adik kecil ini diundang dalam acara resmi Open House FKIP UNSRI.  “aku berterima kasih karena kalian sudah menghargai anak-anak didik SBS. Sebab mereka belum pernah di ajak ketempat-tempat resmi seperti itu, mereka cuma tau situasi dalam lorong mereka. Jadi itu merupakan pengalaman bagi mereka. Dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. bahwa mereka sama dgn anak2 lain diluar sana, anak2 kelas menengah dan menengah ke atas. dan berhak atas pendidikan yang layak. sejajar dgn memiliki hak sama untuk mengakses pendidikan berkualitas” ungkap kak Siba.
Lalu, apa harapan anda untuk SBS kedepannya?
“semakin luas dan menjadi pusat pendidikan gratis berkualitas bagi seluruh rakyat, maksudku tidak hanya di kampung sekarang tapi meluas ke kampung2 lain di seluruh pelosok perkampungan kumuh di kota palembang bahkan Sum-Sel” tuntasnya.
                                     

                                                                                                                Created by: Rani .NH_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar