Kamis, 29 Maret 2012

Cerpen


MEMANCING

Suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, apalagi pergi memancing bersama teman-teman. Tepatnya pada tanggal 22 april 2009, hari itu adalah hari minggu dimana aku dan teman-temanku ingin pergi memancing. Dipagi hari aku dan temanku yg bernama Ridwan menunggu sedang menyiapkan peralatan untuk memancing
 Setelah menyiapkan peralatan untuk pergi memancing, aku dan Ridwan menunggu Akbar salah satu temanku yang ingin ikut memancing.
 “Huh... lama banget si Akbar datang”, kata Ridwan.
“Sabar.. wan sebentar lagi dia pasti datang”, kataku.
Tidak lama kami menunggu, Akbar pun datang dan kami pergi ke sungai         untuk memancing ikan. Di perjalanan kami membuat sebuah perjanjian. perjanjian tersebut yaitu bagi siapa yang mendapatkan ikan paling sedikit maka ke esokan harinya ia harus membayar uang Rp. 3000,00  kepada siapa yang mendapatkan ikan paling banyak. Kami pun sepakat menyetujui perjan jian tersebut.
Setelah tiba di sungai aku dan teman-temanku langsung memasangkan umpan ke kekail kami masing-masing.
sekitar tiga puluh menit menunggu, Ridwan pun berteriak kegirangan.
“hore-hore aku dapat ikan”, kata Ridwan. Lalu Akbar menjawab baru dapat ikan satu udah begitu senangnya, dan Ridwan menjawab lagi, “yang penting aku sudah dapat ikan dari pada kalian belum sama sekali.”
Waktu terus berlalu tapi aku dan Akbar belum mendapatkan ikan satu ekor pun. Lalu aku merasa ada sesuatu yg menarik-menarik kail pancing ku, dan aku sudah mengira pasti itu adalah ikan. Tanpa pikir lagi langsung mengangkat kail pancing.
“Lihat-lihat aku dapat ikan” kata ku.”                                            
“Wah... punya mu besar sekali jif”kata Akbar,”
 “makanya kalau mancing itu jangan berisik, biar dapat ikan tidak seperti kamu yg belum dapat ikan” kata Ridwan.
“Waw.... aku dapat ikan juga” kata Akbar.
Karena hari sudah menjelang siang dan diantara kami tidak ada yang mendapatkan ikan paling sedikit, jadi kami memutuskan untuk pulang kerumah. Tetapi di perjalanan menuju rumah kami merasa kehausan. Ridwan pun melihat dipinggir jalan ada pohon kelapa, kami pun melihat ke kanan dan ke kiri dan ternyata tidak ada orang. Tanpa berfikir panjang Akbar pun langsung memanjat pohon kelapa itu. Aku dan Ridwan menunggu Akbar memanjat pohon.
“ Aku ambil berapa ?” kata Akbar.
“ Ambil enam saja” kata Ridwan.
Lalu aku menjawab,” berhubung kita bertiga, kamu ambil tiga buah saja, jadi satu orang satu, gimana ?.
“okelah kalau begitu, aku ambil tiga buah saja” kata Akbar.
Satu persatu kelapa itu berjatuhan hingga kelapa yang ketiga, setelah temanku Akbar turun dari atas pohon kelapa kami bingung bagaimana cara meminum air kelapa tersebut dan kami pun tidak membawa parang atau alat untuk memotong lainnya. Namun, sebelum sepat kami mencari alat untuk membuka kelapa tersebut, tiba-tiba ada orang yang orang yang muncul dibelakang kami dengan membawa parang. Kami pun kaget dan ingin berlari, karena itu adalah orang yang punya pohon kelapa tersebut. Namun, ternyata dia malah ingin menawarkan bantuan untuk membuka kelapa tersebut. Kami sangat merasa malu dengan tindakan yang telah kami perbuat, karena tanpa sepengetahuan kami Pak Anton pemilik pohon kelapa itu telah memperhatikan tindakan kami, untungnya beliau tidak marah dengan kami, karena beliau tahu kalau kami sangat kehausan sehabis dari memancing. Akhirnya sebagai penebus rasa malu dan kesalahan yang telah kami lakukan kami bertiga mengajak Pak Anton untuk membakar ikan yang kami peroleh dari memancing tadi di dekat gubuk kecil yang ada di kebunnya. Dan akhirnya Pak Anton setuju, kemudian Ridwan menyiangi ikan tadi, aku dan Akbar membantu Pak Anton mencari ranting kau kering untuk membakar ikan tersebut. Setelah sekitar kurang lebih satu jam kami menunggu ikan bakar tersebut masak dan kami makan bersama-sama sambil menikmati segarnya air kelapa muda di siang hari.
Sungguh pengalaman yang tak akan pernah aku lupakan  bersama teman-temanku. Sejak hari itu, kami berjanji akan menjadi sahabat untuk selamanya dan kami juga berjanji pada diri masing-masing tidak akan mengambil kelapa atau barang milik orang lain.



                         CREATED by  MY BELOVED BROTHER
                                     RAJIF APRIANSYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar