MEMANCING
Suatu kegiatan yang sangat
menyenangkan, apalagi pergi memancing bersama teman-teman. Tepatnya pada
tanggal 22 april 2009, hari itu adalah hari minggu dimana aku dan teman-temanku
ingin pergi memancing. Dipagi hari aku dan temanku yg bernama Ridwan menunggu
sedang menyiapkan peralatan untuk memancing
Setelah menyiapkan peralatan untuk pergi
memancing, aku dan Ridwan menunggu Akbar salah satu temanku yang ingin ikut
memancing.
“Huh... lama banget si Akbar datang”, kata
Ridwan.
“Sabar.. wan sebentar lagi dia pasti datang”,
kataku.
Tidak lama kami menunggu, Akbar pun
datang dan kami pergi ke sungai
untuk memancing ikan. Di perjalanan kami membuat sebuah perjanjian.
perjanjian tersebut yaitu bagi siapa yang mendapatkan ikan paling sedikit maka
ke esokan harinya ia harus membayar uang Rp. 3000,00 kepada siapa yang mendapatkan ikan paling
banyak. Kami pun sepakat menyetujui perjan jian tersebut.
Setelah tiba di sungai aku dan
teman-temanku langsung memasangkan umpan ke kekail kami masing-masing.
sekitar tiga puluh menit menunggu,
Ridwan pun berteriak kegirangan.
“hore-hore aku dapat ikan”, kata
Ridwan. Lalu Akbar menjawab baru dapat ikan satu udah begitu senangnya, dan
Ridwan menjawab lagi, “yang penting aku sudah dapat ikan dari pada kalian belum
sama sekali.”
Waktu terus berlalu tapi aku dan
Akbar belum mendapatkan ikan satu ekor pun. Lalu aku merasa ada sesuatu yg
menarik-menarik kail pancing ku, dan aku sudah mengira pasti itu adalah ikan.
Tanpa pikir lagi langsung mengangkat kail pancing.
“Lihat-lihat aku dapat ikan” kata ku.”
“Wah... punya mu besar sekali
jif”kata Akbar,”
“makanya kalau mancing itu jangan berisik,
biar dapat ikan tidak seperti kamu yg belum dapat ikan” kata Ridwan.
“Waw.... aku dapat ikan juga” kata
Akbar.
Karena hari sudah menjelang siang dan
diantara kami tidak ada yang mendapatkan ikan paling sedikit, jadi kami
memutuskan untuk pulang kerumah. Tetapi di perjalanan menuju rumah kami merasa
kehausan. Ridwan pun melihat dipinggir jalan ada pohon kelapa, kami pun melihat
ke kanan dan ke kiri dan ternyata tidak ada orang. Tanpa berfikir panjang Akbar
pun langsung memanjat pohon kelapa itu. Aku dan Ridwan menunggu Akbar memanjat
pohon.
“ Aku ambil berapa ?” kata Akbar.
“ Ambil enam saja” kata Ridwan.
Lalu aku menjawab,” berhubung kita
bertiga, kamu ambil tiga buah saja, jadi satu orang satu, gimana ?.
“okelah kalau begitu, aku ambil tiga
buah saja” kata Akbar.
Satu persatu kelapa itu berjatuhan
hingga kelapa yang ketiga, setelah temanku Akbar turun dari atas pohon kelapa
kami bingung bagaimana cara meminum air kelapa tersebut dan kami pun tidak
membawa parang atau alat untuk memotong lainnya. Namun, sebelum sepat kami
mencari alat untuk membuka kelapa tersebut, tiba-tiba ada orang yang orang yang
muncul dibelakang kami dengan membawa parang. Kami pun kaget dan ingin berlari,
karena itu adalah orang yang punya pohon kelapa tersebut. Namun, ternyata dia
malah ingin menawarkan bantuan untuk membuka kelapa tersebut. Kami sangat
merasa malu dengan tindakan yang telah kami perbuat, karena tanpa sepengetahuan
kami Pak Anton pemilik pohon kelapa itu telah memperhatikan tindakan kami,
untungnya beliau tidak marah dengan kami, karena beliau tahu kalau kami sangat
kehausan sehabis dari memancing. Akhirnya sebagai penebus rasa malu dan
kesalahan yang telah kami lakukan kami bertiga mengajak Pak Anton untuk
membakar ikan yang kami peroleh dari memancing tadi di dekat gubuk kecil yang
ada di kebunnya. Dan akhirnya Pak Anton setuju, kemudian Ridwan menyiangi ikan
tadi, aku dan Akbar membantu Pak Anton mencari ranting kau kering untuk
membakar ikan tersebut. Setelah sekitar kurang lebih satu jam kami menunggu
ikan bakar tersebut masak dan kami makan bersama-sama sambil menikmati segarnya
air kelapa muda di siang hari.
Sungguh pengalaman yang tak akan
pernah aku lupakan bersama
teman-temanku. Sejak hari itu, kami berjanji akan menjadi sahabat untuk
selamanya dan kami juga berjanji pada diri masing-masing tidak akan mengambil
kelapa atau barang milik orang lain.
CREATED by MY BELOVED BROTHER
RAJIF APRIANSYAH