Minggu, 19 Maret 2017

Rinduku

selamat malam rinduku
bagaimana keadaanmu disana, sudah lama kita tak berjumpa.
aku masih ingat senyum, masih mendengar suramu dalam angan, masih pula merasakan hangat ngenggaman tanganmu.

selamat malam pujaku
setiap pagi aku masih rutin mengidupkan motormu, motor yang siap mengantarku kemana saja dan kapan saja, motor butut yang sering mengeluarkan cost lebih besar daripada biaya nongkrong kita hahaha... aku masih ingat betul ketika motor butut itu mulai bertingkah, bensin abislah, oli belum digantilah, mendadak mogoklah, belum lagi saat kita berdua harus mendorong motor sampe ke pom bensin yang hampir satu kilometer panas broo, tapi pujaku entah kenapa aku sangat menikmati proses itu. oh iya soal hapemu yang sangat kamu sayangi itu aku juga masih ingat. hape merk a*** yang suka bertingkah, kamu sih gak mau mendengarkan saranku malah lebih sayang sama hape butut itu, sering kualat kan??

selamat malam kasihku
aku juga masih ingat momen paling lucu ketika pertama kali kamu bonceng aku, dan ternyata itu juga pertama kalinya kamu bonceng cewe.. duhh bahagianya aku.. sepanjang jalan kamu nyengir keliatan gigimu dan aku liat itu dari kaca mobil orang waktu kita terjebak macet wkwkwk, tapi ya kamu tetap saja sok cool padahal grogi kan yaa..diam diam ternyata kamu jatuh cintaa wkwkwkwkwk aku sering nyegir sendiri kalau ingat itu, termasuk sekarang. belum lagi ketika kita sampai di acara ulang tahun keponakanmu itu, wajar saja semua orang langsung menginterogasi siapa aku :D yah aku kan masih poloskan ya, dan kita juga kenal belom lama, mana taulah aku panggilan kecilmu dirumah, jujur saja aku bingung, karena nama yang mereka sebut itu nama kecilmu. aku bilang saja gak kenal hehe maaf ya. seiring berjalannya waktu dan kisah kita yang penuh liku (serius aku gak drama) mulai dari pertengkaran kecil, pertengkaran besar, perdebatan, diskusi, tangisan air mata gajah, sampai berdamai dengan bahagia sedikitpun aku gak pernah lupa. hanya saja aku gak akan menuliskannya disini..

selamat malam harapanku yang pupus
catatan kelam dan salah satu yang paling dahsyat serta tragis didalam hidupku saat kamu gak mau jauh dari aku, saat genggaman erat yang enggan untuk kau lepas, saat tatapan sayumu kepadaku dan saat itu pula kau memeluk orang tuamu sambil menatapku..ahh rasanya seperti baru kemarin aku bersama mu, bernyanyi, tertawa, sampai aku menangis tanpa alasan kepadamu. saat kekuatan doa serta genggaman tanganku kepadamu, aku benar-benar sempat merasakan keajaiban luar biasa dalam hidupku, tangganmu yang semula dingin dan kaku pelan-pelan terasa hangat, tekanan darahmu kembali normal dan aku menyaksikan itu sepertinya tidak ada yang tahu sampai saat ini. tapi harapanku pupus saat kau memang benar-benar hendak pergi.  doa-doaku tak lagi di dengar Tuhan saat aku menuntunmu mengucap kalimat Allah, aku tau dan yakin kamu pasti mengucapkan dalam hati, tapi Tuhan berkehendak lain. Dia lebih sayang kepadamu, Dia merindukanmu disisiNya. lantas aku tidak bisa berbuat apa-apa. semua orang memisahkanku darimu karena tangisku pasti menghambat jalanmu. aku tau dan aku tidak membenci mereka. dan aku memang tidak mau menyaksikan kepergianmu, aku memang tidak ingin kau melihatku cengeng, karena kamu tau aku dan karena aku tidak ingin menyusahkanmu aku sadar itu. aku meninggalkan mu dengan tangisku, yang juga tak kusadari ruangan itu ternyata penuh dengan orang yang melihat kondisimu. dan kau benar-benar pergi saat tangisku reda. ahh sudahlah lagi-lagi malam ini aku jadi melow. banyak orang memintaku ikhlas, demi allah aku ikhlas dan kau tau sendiri sampai sekarang aku berhasil untuk tidak menangis dipusaramu. karena aku tau kamu tidak ingin melihatku menangis lagi apalagi disaat aku berkunjung di rumah terakhirmu. namun yang perlu kau tau adalah aku masih rindu dan doaku akan selalu menemaniku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar